Hiikkss.. menyentuh hatiku…
From: Anggia, Astrid
Sent: Tuesday, October 11, 2005
1:55 PM
Subject: FW: Boneka untuk Adikku
Guys...
Pls don’t get mabuk doooong....
-----Original Message-----
From: adiono [mailto:adiono@...]
Sent: Thursday, October 06, 2005 8:49 AM
To: Adileo
Subject: Boneka untuk Adikku
*Boneka
* jangan pernah mencintai karena uang.
Anda tak tahu kapan hari
terakhir anda atau kapan mereka meninggalkan
anda.
*Catatan: ini adalah kisah nyata
* Hari terakhir sebelum Natal, aku terburu-buru ke
supermarket untuk
membeli hadiah2 yang semula tidak
direncanakan untuk dibeli. Ketika
melihat orang banyak, aku mulai mengeluh:
"Ini akan makan waktu
selamanya, sedang masih banyak tempat yang
harus kutuju" "Natal
benar2
semakin menjengkelkan dari tahun ke tahun.
Kuharap aku bisa berbaring,
tidur, dan hanya terjaga
setelahnya" Walau demikian, aku tetap berjalan
menuju bagian mainan, dan di sana aku mulai mengutuki
harga-harga,
berpikir apakah sesudahnya semua anak
akan sungguh-sungguh bermain
dengan mainan yang mahal.
* Saat sedang mencari-cari, aku
melihat seorang anak laki2 berusia
sekitar 5 tahun, memeluk sebuah boneka. Ia
terus membelai rambut boneka
itu dan terlihat sangat sedih. Aku
bertanya-tanya untuk siapa boneka
itu. Anak itu mendekati seorang perempuan
tua di
dekatnya: 'Nenek, apakah engkau yakin
aku tidak punya cukup uang?'
Perempuan tua itu menjawab: 'Kau tahu bahwa
kau tidak punya cukup uang
untuk membeli boneka ini, sayang.' Kemudian
Perempuan itu meminta anak
itu menunggu di sana sekitar 5 menit sementara ia
berkeliling ke tempat
lain. Perempuan itu pergi dengan cepat.
Anak laki2 itu masih
menggenggam boneka itu di tangannya.
* Akhirnya, aku mendekati anak itu dan
bertanya kepada siapa dia ingin
memberikan boneka itu.'Ini adalah boneka
yang paling disayangi adik
perempuanku dan dia sangat menginginkannya
pada Natal
ini. Ia yakin
Santa Claus akan membawa boneka ini
untuknya' Aku menjawab mungkin
Santa Claus akan membawa boneka untuk
adiknya, dan supaya ia jangan
khawatir. Tapi anak laki2 itu menjawab
dengan sedih 'Tidak, Santa Claus
tidak dapat membawa boneka ini ke
tempat dimana adikku berada saat ini.
Aku harus memberikan boneka ini kepada
mama sehingga mama dapat
memberikan kepadanya ketika mama
sampai di sana.'
Mata anak laki2 itu
begitu sedih ketika mengatakan ini 'Adikku
sudah pergi kepada Tuhan.
Papa berkata bahwa mama juga segera
pergi menghadap Tuhan, maka kukira
mama dapat membawa boneka ini untuk
diberikan kepada adikku.' Jantungku
seakan terhenti.
* Anak laki2 itu memandangku dan
berkata: 'Aku minta papa untuk
memberitahu mama agar tidak pergi dulu. Aku
meminta papa untuk menunggu
hingga aku pulang dari supermarket.'
Kemudian ia menunjukkan fotonya
yang sedang tertawa. Kamudian ia berkata:
'Aku juga ingin mama membawa
foto ini supaya tidak lupa padaku. Aku
cinta mama dan kuharap ia tidak
meninggalkan aku tapi papa berkata
mama harus pergi bersama adikku.'
Kemudian ia memandang dengan sedih ke
boneka itu dengan diam.
* Aku meraih dompetku dengan cepat dan
mengambil beberapa catatan dan
berkata kepada anak itu. 'Bagaimana jika
kita periksa lagi, kalau2
uangmu cukup?' 'Ok' katanya. 'Kuharap
punyaku cukup.' Kutambahkan
uangku pada uangnya tanpa setahunya dan kami
mulai menghitung. Ternyata
cukup untuk boneka itu, dan malah sisa.
Anak itu berseru: 'Terima Kasih
Tuhan karena memberiku cukup uang'
Kemudian ia memandangku dan
menambahkan: 'Kemarin sebelum tidur
aku memohon kepada Tuhan untuk
memastikan bahwa aku memiliki
cukup uang untuk membeli boneka ini
sehingga mama bisa memberikannya
kepada adikku. DIA mendengarkan aku.
Aku juga ingin uangku cukup untuk
membeli mawar putih buat mama, tapi
aku tidak berani memohon terlalu
banyak kepada Tuhan. Tapi DIA
memberiku cukup untuk membeli boneka
dan mawar putih.' 'Kau tahu,
mamaku suka mawar putih'
* Beberapa menit kemudian, neneknya
kembali dan aku berlalu dengan
keretaku. Kuselesaikan belanjaku dengan
suasana hati yang sepenuhnya
berbeda dari saat memulainya. Aku tidak
dapat menghapus anak itu dari
pikiranku. Kemudian aku ingat artikel di
koran lokal 2 hari yang lalu,
yang menyatakan seorang pria mengendarai
truk dalam kondisi mabuk dan
menghantam sebuah mobil yang berisi
seorang wanita muda dan seorang
gadis kecil. Gadis kecil itu meninggal
seketika, dan ibunya dalam
kondisi kritis. Keluarganya harus
memutuskan apakah harus mencabut alat
penunjang kehidupan, karena wanita itu
tidak akan mampu keluar dari
kondisi koma. Apakah mereka keluarga
dari anak laki2 ini?
* 2 hari setelah pertemuan dengan anak
kecil itu, kubaca di koran
bahwa wanita muda itu meninggal dunia. Aku
tak dapat menghentikan
diriku dan pergi membeli seikat mawar putih
dan kemudian pergi ke rumah
duka tempat jenasah dari wanita muda itu
diperlihatkan kepada orang2
untuk memberikan penghormatan terakhir
sebelum penguburan. Wanita itu
di sana,
dalam peti matinya, menggenggam setangkai mawar putih yang
cantik dengan foto anak laki2 dan boneka itu
ditempatkan di atas
dadanya. Kutinggalkan tempat itu dengan
menangis, merasa hidupku telah
berubah selamanya. Cinta yang dimiliki anak
laki2 itu kepada ibu dan
adiknya, sampai saat ini masih sulit
untuk dibayangkan. Dalam sekejap
mata, seorang pria mabuk mengambil
semuanya dari anak itu.
* Anda memiliki 2 pilihan
* Kirimkan pesan ini kepada semua
orang yang anda kenal
* atau hapuslah dan berpura-pura kisah
ini tidak pernah menyentuh
hatimu
* Jika anda kirimkan pesan ini,
mungkin anda membantu mencegah
seseorang yang mabuk untuk mengemudi
FRIENDS ARE LIKE ANGELS,
WHO HELP US FLY WHEN OUR WINGS HAVE
FORGOTTEN HOW TO FLY