Be Careful!!! (Dari milis tetangga)
Kita semua pasti pernah ikutan atau menyaksikan secara
langsung/tidak langsung sebuah permainan nyeburin
temen ke kolam yg umumnya dilakukan di akhir suatu
acara. Mungkin di acara farewell party, kelulusan,
dll. Orang yg jadi korban seringnya dipaksa, bukan
atas kerelaan hati nyebur ke kolam. Karena suasana
penuh canda kita jadi tidak menghiraukan segi
keselamatan si korban.
Peristiwa ini dialami oleh seorang cewek yang sedang
merayakan farewell party di sebuah universitas
Teologia di jawa tengah. Tinggal besok dia diwisuda,
tapi nasib berkehendak lain. Awalnya cuma becanda, dia
jadi korban permainan lempar temen ke kolam. Biasalah,
ada paksaan karena siapa juga sih yang mau basah2an
apalagi malam2. Ntar kalo masuk angin bisa2 ngga jadi
diwisuda besokannya.
Ini cewek diangkat rame2 sama temen2nya (cowok
semua).Di perjalanan menuju kolam beberapa kali si
cewek terjatuh karena yang pegang tangan dan kakinya
terlepas. Si cewek jatuh dan mendarat dengan bokongnya
dan yg kedua mendarat dengan kepalanya. Saat terjatuh
yang ke-2 kalinya itu si cewek udah pingsan. Tapi
karena nggak ada yg sadar, tetep
saja cewek itu diceburin ke kolam. Setelah agak lama,
baru yang lain sadar bahwa cewek itu pingsan karena
nggak bertindak apa2 di dalam kolam.
Hasil rumah sakit menyatakan tulang ekor cewek itu
retak akibat jatuh pertama yg akibatnya dia harus
menderita kebutaan, dan karena jatuh yg kedua
kali, dia mengalami gegar otak yang cukup serius.
Selain buta, dia juga jadi lumpuh. Dan ternyata dia
juga mengalami lepasnya persendian bahu yang mungkin
terjadi karena adanya paksaan saat digiring dan
dilempar ke kolam.
Ternyata permainan itu mengerikan juga ya dampaknya.
Apalagi bisa2nya kejadian di sekolah Teologia. Dimohon
para orang tua yang membaca email ini bisa lebih
menanamkan pengertian ke anak2nya tentang bahaya dari
permainan ini. Jangan pernah menganggap remeh suatu
permainan fisik.
Dan bagi kaum muda, semoga email ini bisa jadi bahan
renungan yang baik. Jangan sampai karena mengikuti
tren dan nafsu keisengan membuat salah satu pihak
menderita seumur hidup. Kita ngga pernah tau apa yg
kita kerjain itu bener/aman, salah/berbahaya pada saat
emosi kita sedang terbawa suasana.
Sampai berita ini diketik, pihak keluarga masih
berupaya menuntut para pelaku ke meja hijau. Jangan
sampai kita menjadi pelaku yang berikutnya menghadap pengadilan.
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.