Masih ingetkan kalo Maksim itu pernah bilang, -aksen dia ngomong bahasa inggris- “I like experimenting, you know, I always want to try something new. So I like it or I don’t like it but I must try”. Nah, ini ada cerita tentang pengalaman Melanie Subono waktu Maksim konser pertama di Jakarta .
Soal makanan, pilihan artis beda-beda lho. Ada yang memilih aman dengan makanan internasional, ada juga artis yang puas dengan makanan atau minuman unik (menurut mereka) yang mereka temukan di Indonesia . Cerita paling kocak adalah ketika si pianis ganteng, Maksim, menyatakan telah menemukan teh yang diklaimnya sebagai ‘teh terenak sedunia”.
Begini ceritanya…
Saat menjelang konser pertamanya di Jakarta , cowok yang tingginya
hanya dapat tersaingi oleh tiang listrik itu tiba-tiba minta diantarkan ke suatu tempat. Rupanya, hari sebelumnya dia mengunjungi Melawai, Blok M, dengan salah seorang panitia lainnya. Di sanalah dia menemukan minuman yang disebutnya sebagai minuman dahsyat.
Keinginannya kembali ke tempat itu jelas gue kabulkan. Sepanjang perjalanan dari hotel menuju lokasi, nggak henti-hentinya dia menceritakan tentang teh yang dia temukan itu. Pokoknya, menurut dia itu adalah teh paling enak dan segar yang pernah diminum. Selama perjalanan, gue harus meluangkan telinga gue untuk mendengarkan ceramah Maksim mengenai bagaimana sebaiknya orang Indonesia mengenal dan membiasakan diri meminum teh itu.
Sambil merasa heran kami hanya menelan saja cerita itu. Mencari aman kami, kita memakirkan mobil di Pasaraya Blok M. Begitu kakinya menjejak di luar mobil, pianis asal Kroasia itu memerintahkan kami untuk mengikuti dia. Dimulailah perjalanan rombongan pencari teh dahsyat yang terdiri atas Maksim, istrinya (seorang wanita cantik yang sayangnya hanya bisa berbahasa Kroasia saja), beberapa LO (Liaison Officer) dan beberapa orang sekuriti. Mengingat Maksim tinggi sekali, istrinya kecil berambut bergaris hitam-putih, sekuritu kami berbadan raksasa, dan tim LO ajaib-ajaib semua gayanya, kayaknya cuma sirkus deh yang bisa menandingi rombongan ini.
Anyway, pendek cerita selama 15 menit kita berputar-putar kepanasan. Mulai dari basement Pasaraya, ke Blok M kolong, ke Melawai Plaza . Takut kalau ternyata dia lupa lokasi yang dituju, sekali lagi gue bertanya apakah kita berada di arah yang benar.
Tapi Maksim, dengan yakin mengatakan kalau dia tahu jalan. “Pokoknya, Melanie, dalam beberapa menit dari sekarang saya akan memperkenalkan dan mentraktirmu minuman teh terenak di dunia,” katanya dengan pede.
Akhirnya, tibalah kita di tempat yang dituju. Tubuh kami udah basah kuyup karena keringat,
tetapi tugas dan rasa penasaran membuat kami ngga memperdulikan hal itu.
Ternyata tempat yang ditujunya adalah warung kecil. “Sekarang biar saya yang traktir, kemarin saya nemuin minuman yang enaaaaak banget dan nyarinya susah. Ini dia…. Siapa yang mau?”
Dan dia pun mengambil TEH BOTOL.
Moral of the story: siapapun artisnya,
minumnya….
Gara-gara ni cerita, tiap kali gw liat teh botol, bawaannya ketawa mulu ckakakak… wahahaha… ckikikik… ahuahuahua…
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com