Search the web
Sign In
New User? Sign Up
maksimmrvicafans_indonesia · Indonesian Maksim Mrvica Fans Community
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Real people. Real stories. See how Yahoo! Groups impacts members worldwide.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
Seputar Tour Kecil EFEK RUMAH KACA   Message List  
Reply | Forward Message #352 of 432 |
TOUR KECIL EFEK RUMAH KACA
 
 
Jakarta, 29 Mei 2008. Aroma macet ibukota menyambut kedatangan rombongan Tour Kecil Efek Rumah Kaca dari lawatannya ke 3 kota besar di Jawa Tengah. Selama 5 hari 4 malam kami bertemu teman-teman ERK di Semarang, Solo, dan Jogjakarta. Wajah lelah dan tubuh penat pun tergantikan dengan kenangan yang tidak akan terlupakan.
Berawal dari undangan dari teman-teman di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang tour ini di mulai. Dua hari sebelumnya berturut-turut yaitu tanggal 22 dan 23 Mei 2008 Efek Rumah Kaca ( ERK ) juga melakukan performance di Jakarta diantaranya adalah Deklarasi untuk tidak memilih Politisi Busuk yang di prakarsai oleh ICW ( Indonesian Coruption Watch ) bertempat di Tugu Proklamasi yang dihadiri oleh para aktivis seperti Teten Masduki, Happy Salma, Suciwati, Yongki Suryoprayogo, dan masih banyak rekan-rekan yang lain. Sehari sesudahnya atau tepatnya tanggal 23 Mei ERK juga melakukan performance di Markas KONTRAS dikawasan Menteng, dimana agenda acara adalah peluncuran album kompilasi untuk Alm. MUNIR yang jyga dihadiri oleh beberapa pengamat Musik seperti Bens Leo, dan rekan-rekan musisi serta artis lain. Peluncuran Ring Back Tone di Udara yang menjadi Anthem bagi perjuangan Tokoh Munir dipersembahkan oleh ERK dan hasil dari RBT tersebut sepenuhnya akan diserahkan kepada keluarga Munir.
Selang beberapa jam kemudian tepatnya pukul 20.00 rombongan yang menggunakan minibus meluncur meninggalkan Jakarta dibarengi dengan kemacetan diseluruh ibukota yang antri untuk mendapatkan BBM sebelum adanya kenaikan pada malam harinya. Rombongan kecil tersebut berjumlah 9 orang dan langsung menuju Semarang. Sesampainya di kota Lumpia ERK dan team langsung menuju ke tempat istirahat yang disediakan. Pukul 13.00 ERK melakukan beberapa interview di Radio local dan beberapa media cetak local. Sampai akhirnya harus kembali ke penginapan untuk melakukan preparation pada performance malam hari. Jam 19.00 ERK team sudah tiba di venue dan terdengar sayup-sayup band yang sedang happening di Semarang menunjukkan aksinya, yaps.. OK Karaoke ! salah satu band yang digawangi oleh Garna, Galih dan Brewok menghajar Fakultas Hukum Undip. Tak berapa lama ERK melakukan prepare dibackstage, sebelum perform diawali dengan pemutaran Video Klip Di Udara yang menjadi single berikutnya dan dibuat oleh Adi “Cumi”. Ditengah lagu Cholil, Akbar dan Adrian langsung sigap menguasai stage. Audience terus merangsek menuju bibir panggung. debu-debu beterbangan menjadi pembuka dipenampilan ERK kali ini. Hysteria dan sing along dari audience membuat Cholil, Adrian, Akbar makin menggila. Semua berteriak untuk memaksa ERK membawakan lagu kesukaan penonton masing-masing. Sembilan lagu disapu tak tersisa dari album pertama dan satu jam pertunjukkan sangat tidak terasa bagi semua yang hadir di venue. Selepas turun panggung penonton berhamburan ke belakang stage untuk melakukan foto sessi atau sekedar bersalaman, hal ini membuat beberapa security agak kewalahan. Antusias yang tidak terkira membuat kami puas dan buas serta lemas. Hail Semarang !!!
Pertunjukan yang berakhir hampir tengah malam memaksa kami untuk segera kembali ke hotel untuk beristirahat tapi apa daya keinginan untuk wisata kuliner di malam hari mengharuskan niat kami beristirahat di pending. Dengan dipandu bos Mosh Magazine a.k.a Surya,  kami menyusuri pinggir kali untuk menikmati nasi kucing.
Minggu jam 6.00 pagi semua team sudah bersiap untuk meninggalkan kota Semarang dan menuju ke Solo. Perjalanan yang ditempuh lebih kurang 3 jam sempat diwarnai dengan perdebatan kecil untuk sarapan pagi, apakah pecel atau soto yang menjadi utama, dan soto lah yang akhirnya menjadi menu.
Solo adalah kota kedua yang kami singgahi. Tema acara God Save The Pop mungkin sudah sangat menjelaskan seperti apakah nanti acara tersebut akan diadakan. The Think yang menjadi pemrakarsa pegelaran tersebut mempersiapkan dengan sangat cermat. Bertempat di halaman Solo Radio acara yang sangat intim dengan audience ini dimeriahkan oleh Oh Nina ( Jogja ), Retrieval ( Bandung ), Carment ( Solo ), Alongside The Quay ( Jogja ) dan beberapa band lainnya. Setelah sebelumnya Uka dan Nicky yang menjadi pemandu kami menghantarkan ke penginapan maka selanjutnya adalah sessi invterview dan soundcheck. Akhirnya acara dimulai pukul 19.30. venue yang tadinya kosong sudah terisi oleh para Ababil ( ABG Labil ) sebutan dari ABG yang datang malam itu. Di komandani Aji “Down For Life” yang menjadi pemandu acara, dengan gaya selengean yang menjadi cirri khasnya sangat menghidupkan teman-teman di Solo tak kurang Rini “Idol” pun di daulat untuk memberikan testimonial tentang Efek Rumah Kaca dan Indie band. Pukul 21.05 giliran ERK melumatkan stage. Audience yang sedianya duduk manis akhirnya berdiri dan melakukan yel yel ERK dan di Udara. Tema taman bermain yang di usung God Save The Pop kali ini mampu menyihir halaman solo radio menjadi taman psycodhelic kata salah seorang audience. Dan penampilan ERK menjadi puncak dari perhelatan tersebut. Tak kurang rekan-rekan dari Surabaya, Ponorogo, Kediri tumpah ruah disana. Mereka merasa greget kenapa tidak mampir ke Kota mereka, dan akhirnya memaksa mereka untuk menyatroni ERK di Solo. Mungkin selanjutnya akan tiba gilirannya, hanya itu jawaban yang bisa kami berikan. Terima Kasih Solo..
Seperti dugaan sebelumnya wisata kuliner tetap menjadi menu yang kami lakukan kemudian. Nasi Liwet tengah malam menjadi sasaran kali ini. Dan hal inilah yang mampu menghantarkan kami tidur nyenyak pagi itu.
Pukul 10.00 WIB rombongan meninggalkan Solo menuju ke kota Gudeg Jogjakarta. Mes 56 yang terletak di Jl. Nagan Lor No. 17 akan menjadi persinggahan berikutnya. Bos Angki yang menjadi tuan rumah sudah mempersiapkan sebuah Pameran fotografi yang dijuluki “Here Come Lomoheads”. Keramahan menyambut kedatangan rombongan kami, rasa kekeluargaan sangat kental hadir disela-sela guyonan ala Jogja. Setelah melakukan ramah tamah kami melanjutkan lawatan ke media cetak dan media elektronik untuk mengadakan sessi interview seputar Efek Rumah Kaca. Malam cepat bergulir tanpa sempat melakukan istirahat yang cukup untuk persiapan. Pukul 20.00 acara dibuka dengan perkenalan dari Lomoheads dan Pameran diteruskan dengan penampilan Bukan Lawan Jenis dari Efek Rumah Kaca. Satu lagu yang menjadi pembuka pameran malam itu. Setelah penonton disuguhi beberapa karya yang berada di ruang tengah selama kurang lebih 30 menit ERK kembali perfom. Seperti di kota sebelumnya Cholil, Adrian dan Akbar mampu menghipnotis penonton lewat lirik-liriknya yang pop edgy dan catchy. Semua penonton dipaksa untuk bernyanyi bersama dan hampir semua kota yang disinggahi kali ini semua bernyanyi bagaikan koor yang tidak pernah putus. Penampilan pertama kali di Jogja sangat tidak terduga apabila penonton sudah menghapal semua lagu ERK. Padahal diakui beberapa orang yang saya temui sangat susah mendapatkan CD Efek Rumah Kaca di kota mereka. Ditengah-tengah acara penampilan sempat terhenti sejenak karena ERK yang sedianya akan berkolaborasi dengan Airport Radio mendapati mereka belum ada di tempat. Akhirnya kami memutuskan untuk break kurang lebih 15 menit sambil menunggu kedatangan Bennet dan teman-teman dari Airport Radio. Selanjutnya suara emas Cholil dan Bennet bergabung pada lagu Melankolia. Hening, syahdu dan menusuk membuat semua penonton terbawa emosi tak terkira.
Mes 56 kali ini tidak membuat publikasi yang besar-besaran karena ditakutkan tempatnya tidak dapat menampung animo penonton. Tetapi benar saja tanpa ada publikasi yang besar party tersebut tetap tercium oleh teman-teman ERK. Dan alhasil tempat yang biasanya tidak banyak yang parker menurut penduduk setempat parkiran mencapai beberapa kilometer. Pesta akhirnya ditutup dengan ucapan terima kasih dari tuan rumah dan ERK.
Seperti layaknya band indie kami juga membuat lapak di setiap kota yang kami singgahin dan hasilnya sangat memuaskan. Dari 100 baju yang kami buat ditambah beberapa desain t-shirt terjual abis disetiap pertunjukkan. Bahkan beberapa galeri maupun distro sudah memesan untuk dijual di tempatnya. Terima kasih sekali lagi atas support yang tak bisa kami balas.
Dan perjalan akhirnya harus berakhir setelah sehari sebelumnya mengitari kota Jogjakarta untuk Foto sessi dengan seniman fotografi Jogja seperti Wimo, Arief dan teman-teman lainnya. Doakan kami bisa mengunjungi kota-kota berikutnya.
 
Salam
 
Management Efek Rumah Kaca
 
For Info :
Yurie : 081394257339



Thu May 29, 2008 9:27 am

phatetic_sense
Offline Offline
Send Email Send Email

Forward
Message #352 of 432 |
Expand Messages Author Sort by Date

TOUR KECIL EFEK RUMAH KACA Jakarta, 29 Mei 2008. Aroma macet ibukota menyambut kedatangan rombongan Tour Kecil Efek Rumah Kaca dari lawatannya ke 3 kota besar...
YURSKIE
phatetic_sense
Offline Send Email
May 29, 2008
9:27 am
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help