Search the web
Sign In
New User? Sign Up
thericecookershop
? Already a member? Sign in to Yahoo!

Yahoo! Groups Tips

Did you know...
Want to share photos of your group with the world? Add a group photo to Flickr.

Best of Y! Groups

   Check them out and nominate your group.
Having problems with message search? Fill out this form to ensure your group is one of the first to be migrated to the new message search system.

Messages

  Messages Help
Advanced
FWD: Sayap Imaji - JENIN, GROUND ZERO... GROUND ZERO...   Message List  
Reply | Forward Message #199 of 409 |
FWD: Sayap Imaji - JENIN, GROUND ZERO... GROUND ZERO...

tulisan Sayap Imaji untuk kita semua:

JENIN, GROUND ZERO... GROUND ZERO...

Kita memang tidak merasakan apa-apa disini, begitupun diriku. Selesai
membaca buku "End Times" malam itu dan membayangkan bahwa apa yang
penulisnya ungkapkan tentang bagaimana dunia ini akan penuh dengan
perang pada tahun 2007, imajinasinya ternyata lumayan tepat. Dimulai
dengan penyerangan terhadap Afghanistan, perang global rasanya telah
dimulai saat ini. Aku hanya menghela nafas. Kurogoh saku jaketku dan
kukeluarkan sebuah lembaran kertas coklat yang lusuh karena kulipat
sebelum kumasukkan tadi.

Selebaran ini kudapat saat aku sedang berjalan-jalan tadi siang dan
berpapasan dengan sebuah demonstrasi beberapa ormas Islam mengecam
Israel. Iseng kubuka lipatan kertas itu dan kubaca lirih. Ah...
lagi-lagi, semua hal seperti ini selalu dipandang dari sudut agama.
Sesuatu yang tidak akan ada akhirnya menurutku. Bagaimana tidak, perang
Israel-Palestina sama sekali bukan perang agama, dan menurut agenda
neo-liberal ini Israel hanyalah merupakan negara sebagai anjing penjaga
ladang minyak Amerika yang akan didirikan di TImur Tengah. Sama sekali
bukan soal Islam atau bukan, tapi soal minyak. Ah, jadi bicara soal
konflik Israel-Palestina...

Kutarik kaosku dan dari baliknya kukeluarkan sebuah majalah Time edisi
terbaru yang kucuri dari sebuah swalayan tadi sore. Agak lusuh memang,
tapi tak mengapa. Toh aku ingin materi yang ada di dalamnya, bukan
sekedar tampilan majalahnya. Kali ini yang dibahas adalah soal konflik
Israel-Palestina. Menarik sekaligus membuatku menarik nafas panjang.

Ah, manusia memang spesies yang aneh. Kita gemar memangsa spesies kita
sendiri, tapi kita juga tidak mau disebut kanibal. Aneh memang melihat
bagaimana orang bisa terbiasa melakukan sebuah pembunuhan atau bahkan
pembantaian. Dan yang kulihat dalam halaman-halaman majalah Time ini
adalah orang-orang Palestina yang tergeletak penuh darah dalam keadaan
tak bernyawa lagi. Tak pernah ada spesies lain yang memiliki kebiasaan
memangsa sesama spesiesnya selain manusia. (Bila ada lagi spesies lain,
kasih tahu ok?)

Itu semua laporan dari para jurnalis yang awalnya tidak diijinkan untuk
masuk ke daerah lokasi pembantaian di Jenin tersebut. Saat para
jurnalis berhasil menembus blokade untuk melihat sendiri kondisi Jenin
akibat serangan Israel, seorang reporter koran Independent dari
Inggris, Justin Huggler, mengatakan:

"Pekerja Medis dan pengamat kemanusiaan mulai menyebut daerah ini
sebagai ground zero (daerah kosong). Semua tayangan televisi yang
meliput daerah ini sama sekali tidak menyiarkan gambar sesungguhnya.
Kamu harus datang kemari untuk berjalan di atas debu dan reruntuhan
yang dulunya merupakan rumah-rumah, memilih untuk melangkahkan kakimu
di antara kepingan-kepingan hidup mereka, buku-buku sekolah anak-anak
dan sobekan-sobekan pakaian. Kamu akan mencium bau kematian yang muncul
dari setiap sudut. Reruntuhan menara-menara masih menjulang tinggi di
atasmu dan pekerjaan memindahkan potongan-potongan tubuh dari tempat
itu bukanlah pekerjaan mudah, dapat membunuh syarafmu dan sangat
menakutkan.."

Terje Roed-Larsen, seorang utusan dari PBB yang bertugas di daerah
Timur Tengah, mengunjungi area yang menderita kerusakan paling parah di
Jenin dan mendeskripsikan situasi disana sebagai "sangat mengerikan
lebih daripada yang dapat kita percaya." Aksi Israel tersebut tidak
dapat dijustifikasi apapun alasan obyektif militernya. Dia berkata,
menuntut Israel agar membuka daerah tertutup disana bagi
petugas-petugas dan bantuan kemanusiaan, "Jenin akan menjadi sebuah
noda dalam sejarah perkembangan negara Israel."

Dalam usahanya meredam bangkitnya kemarahan internasional, pemerintah
Israel menyebarluaskan propaganda yang mengatakan bahwa tragedi di
Jenin sama sekali bukan sebuah pembantaian. Memangnya bagaimana
sebenarnya deskripsi dari kata pembantaian itu sendiri? Yeah, tentara
Israel memang tidak membariskan orang-orang di depan tembok dan
menembak mereka seperti yang sering dilakukan oleh tentara Nazi, tetapi
menghancurkan rumah-rumah dengan bulldozer sementara para penghuninya
masih di dalam kukira tetap dapat dideskripsikan sebagai sebuah
pembantaian.

Argumen Israel yang mengatakan bahwa aksi tersebut dapat dijustifikasi
karena Jenin dianggap sebagai "ibukota" para pelaku bom bunuh diri,
tetap tidak dapat diterima.

Ah ya, kalian bisa mencoba membuka sebuah laporan dari Brian Whitaker
di Guardian. Disana Israel telah dianggap melanggar hukum internasional
yang menyatakan bahwa:

- Pasukan Israel sadar bahwa mereka menyerang sebuah kamp pengungsi
yang padat populasinya.

- Setelah pertempuran berakhir, Israel melarang petugas medis dan
bantuan kemanusiaan untuk memasuki wilayah tersebut, bahkan beberapa
petugas medis ikut diserang.

- Tentara Israel membulldozer rumah-rumah tanpa melakukan pengecekan
apakah penghuninya masih ada di dalamnya atau tidak.

- Mereka menggunakan tawanan sebagai perisai manusia.

- Mereka menembak mati orang-orang Palestina yang telah menyerah atau
sedang dalam proses menyerahkan diri.

Seperti yang telah ditulis dalam artikel sebelumnya di deretan kolom
ini, AS telah berencana menguasai ladang minyak Asia Tengah yang juga
akan dibuat jalurnya menuju laut Kaspia. Tentu dibutuhkan negara
penjaga yang sangat dekat dengan AS dan negara tersebut bertempat di
kawasan tersebut: Israel.

Dari situ aku tersadar, bahwa konflik Israel-Palestina bukanlah sekedar
konflik agama, tapi ini adalah konflik bagi perlawanan politik
imperialisme modern yang dioperasikan oleh AS dan sekutu-sekutunya.
Memang gelombang perlawanan di Palestina yang semula dipicu oleh
perebutan tanah memang diperkuat oleh konflik agama, terlebih lagi saat
belum lama ini Ariel Sharon secara sengaja mengunjungi Masjidil Haram
yang sangat disucikan oleh umat Islam yang tentu merupakan penghinaan
terang-terangan; dan kasus tersebut memicu munculnya gerakan New
Intifada, sebuah gerakan perlawanan baru yang sebelumnya sempat padam,
dan kali ini didukung oleh mayoritas umat Islam di seluruh negeri. Ya,
ini bisa seakan terlihat seperti konflik agama, tapi kupikir tidak
seharusnya aku hanya melihat dari sisi tersebut, aku harus melihat
alasan-alasan tindakan yang diambil oleh Sharon dan tentu sekutunya,
Bush. Jawabannya? Ini buka

Aku bukan orang yang beragama Islam, tapi kurasa aku akan berada di
pihak mereka yang memposisikan dirinya menentang ekspansi ekonomi dan
militer Israel-Amerika, dengan kata lain aku juga memposisikan diriku
pada pihak rakyat Palestina. Kupikir tidak hanya orang Islam yang marah
akibat tragedi tersebut, dan rasanya sudah bukan waktunya lagi bagi
kita untuk melihat konflik tersebut sekedar sebagai konflik agama.
Sudah waktunya kita saling menggenggam erat tangan saudara-saudari kita
baik yang seagama atau tidak dan memposisikan diri kita pada mereka
yang berani berdiri saat semua disekelilingnya telah duduk dan bertekuk
lutut.

Demi pembebasan Palestina

http://sayap-imaji.blogspot.com
http://groups.yahoo.com/group/mazhab-hitam/


Sat Apr 12, 2003 6:06 pm

dungboy@...
Send Email Send Email

Forward
Message #199 of 409 |
Expand Messages Author Sort by Date

tulisan Sayap Imaji untuk kita semua: JENIN, GROUND ZERO... GROUND ZERO... Kita memang tidak merasakan apa-apa disini, begitupun diriku. Selesai membaca buku...
Joe Kidd
dungboy@...
Send Email
Apr 12, 2003
6:05 pm

tulisan Sayap Imaji untuk kita semua: JENIN, GROUND ZERO... GROUND ZERO... Kita memang tidak merasakan apa-apa disini, begitupun diriku. Selesai membaca buku...
Joe Kidd
dungboy@...
Send Email
Apr 12, 2003
6:05 pm
Advanced

Copyright © 2009 Yahoo! Inc. All rights reserved.
Privacy Policy - Terms of Service - Guidelines - Help